Arus Listrik : Merupakan Aliran muatan listrik. Arah arus listrik searah dengan arah muatan positif atau berlawanan arah muatan negatif.
Masih Ingat tidak dengan pelajaran tentang muatan listrik? Bagi yang cinta nih sama Bab ini pasti ingat kan? Muatan listrik itu sudah kita temui sejak kelas 6 Sekolah Dasar hanya saja tidak terlalu mendalami untuk mencari tahu tentang arus listrik itu sendiri. Dan kita sudah mempelajarinya pada saat duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama kan? .
Belajar Lagi Yukk, biar makin tahu.. Ada beberapa ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan arus listrik, diantaranya:
a. Arus listrik terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara dua ujung konduktor.
b. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Arus listrik secara garis besar dibagi dalam 2 tipe, yaitu:
- Direct Current(DC) : Arus yang memiliki besar dan arah yang konstan bila dibandingkan terhadap waktu.

Sumber DC biasanya dapat diperoleh melalui baterai atau dari sumber AC yang telah disearahkan. Biasa digunakan untuk sumber daya rangkaian elektronik.
- Alternating Current : Arus yang besar dan arahnya berubah sepanjang waktu. Arus AC nilainya naik dari nol ke nilai maksimum, turun ke nol lagi kemudia n berbalik mengikuti suatu pola dalam arah yang berlawanan. Pertukaran arah yang periodik tersebut disebut Frekuensi.

Frekuensi dapat juga diartikan sebagai jumlah cycle dari sinyal ac setiap detik. Frekuensi diukur dalam Hertz (Hz). Hampir semua kegiatan baik untuk perumahan ataupun untuk indstri mempergunakan arus bolak-balik (AC).
Keuntungan mempergunakan arus AC adalah arusnya dapat diturunkan atau dinaikkan sehingga mempermudah untuk pentransmisian untuk jarak jauh.
Sumber arus AC adalah dari generator AC.
Hukum Ohm
Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang Hukum Ohm sangat bermanfaat dalam pemilihan komponen-komponen listrik yang baik serta sesuai dengan besarnya tegangan yang tersedia. Besarnya kuat arus yang mengalir melalui rangkaian tertutup berbanding lurus dengan beda potensial ( tegangan ) antara kedua ujung hambatan dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian tersebut.
Dituliskan dengan persamaan :

Hambatan (R) dari sebuah kawat penghantar adalah :
a. Berbanding lurus dengan hambatan jenis kawat (p)
b. Berbanding lurus dengan panjang kawat (L)
c. Berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A)
Dituliskan

Hambatan jenis kawat dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhunya semakin besar nilai hambatan jenis kawat tersebut ( kecuali karbon dan semi konduktor ).
Susunan Hambatan
Wah, pasti sudah tahu kan tentang pembahasan kali ini??? :) Susunan hambatan? Ada berapa coba? Pasti ingat!. Kali ini kita akan membahas tentang Susunan hambatan seri, Paralel dan Seri-Paralel (campuran).
a. Susunan Seri Hambatan

b. Susunan Paralel Hambatan

c. Susunan Seri-Paralel (Campuran) hambatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar